Tiket final didapat pemain yang akrab disapa Putri KW itu setelah menundukkan Nozomi Okuhara (Jepang), 21-16, 21-13 dalam laga yang berlangsung St Jakobshalle, Basel, Sabtu (14/3/2026).
"Untuk keseluruhan di lapangan, tadi dari pertama masuk dan sebelum main sudah menyiapkan untuk siap capek," kata Putri dalam siaran resmi PBSI.
"Melawan Okuhara pasti tidak gampang mati dan dia mempunyai pukulan spekulasi yang sangat baik."
Putri berhasil membuka keran skor duluan, tetapi Okuhara membalas dua poin untuk berbalik unggul di awal laga dengan skor 2-1.
Namun, duel kemudian berlangsung ketat hingga skor sama kuat bertahan sampai 4-4. Putri kembali mendapatkan momentum dengan memperlebar jarak dengan selisih dua angka.
Dua kali kesalahan Okuhara saat pukulan menyilangnya melebar dan smesnya menabrak net menambah keunggulan Putri menjadi empat angka. Kesalahan beruntun Okuhara membuatnya tak dapat menambah poin lagi sampai Putri memimpin dengan selisih tujuh angka pada interval.
Selepas jeda, angkatan bola Okuhara yang memanjang keluar kembali memberikan tambahan angka untuk Putri menjadi 12-4.
Okuhara yang merupakan juara dunia tunggal putri tahun 2017 dan pernah menduduki peringkat 1 dunia itu tentu berupaya keras untuk melaju ke final setelah tahun lalu lebih sering berlaga pada turnamen dengan level lebih rendah.
Kembali ke pertandingan, Putri masih unggul sangat nyaman hingga selisih 11 angka pada skor 16-5.
Okuhara mulai panas, dia berhasil membalas enam poin beruntun untuk memangkas ketertinggalan menjadi 11-16.
Putri mampu keluar dari tekanan hingga berhasil mencatatkan game point duluan dengan skor 20-13.
Okuhara tampil ulet saat usianya sudah menginjak 31 tahun, dia masih memberikan perlawanan snegit dengan membalas tiga poin lagi.
Poin kemenangan Putri akhirnya didapat karena pukulan bola lob dari Okuhara sendiri yang memanjang keluar.
Gim kedua, Putri memulai dengan keunggulan 4-1. Tetapi, Okuhara membalas empat poin beruntun untuk membalikkan skor menjadi 5-4. Duel kemudian berlangsung sengit hingga kedua pemain berbalas angka sampai skor sama kuat 10-10.
Pukulan netting ciamik dari Putri membawanya unggul satu angka pada interval. Selepas jeda, Okuhara sempat berbalik unggul satu angka. Namun, Putri justru mampu melesat sampai mencatatkan match point 20-13.
Pukulan menyilang dari Putri akhirnya sukses mengakhir pertandingan.
"Dari gim pertama dia memang menunggu saya untuk melakukan serangan, dia mainnya defense dulu tapi saya juga membaca kalau saya menyerang malah jadi menyulitkan," aku Putri.
"Jadi setelah interval saya coba main lebih safe, bermain panjang dan banyak rally jadi dia banyak mati sendiri."
"Ini final pertama saya tahun ini jadi akan tetap fokus, jaga konsistensi, siapapun lawannya besok saya siap. Senang karena belakangan saya selalu terhenti maksimal di perempat final dan di Super 300 ini saya pengen membuktikan saya masih layak untuk jadi juara."
