Jalan Gatot Subroto Macet Parah, 11 Bus Transjakarta Tak Bergerak

 Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, macet menjelang waktu buka puasa Ramadhan, Kamis (19/2/2026) sore. Kemacetan ini menyebabkan sebelas armada bus Transjakarta tak bisa bergerak di dalam jalurnya sendiri. Pantauan Kompas.com dari atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Transjakarta Gerbang Pemuda, tepatnya di seberang kawasan Gelora Bung Karno (GBK) sekitar pukul 17.45 WIB, antrean kendaraan mengular panjang ke arah timur menuju Pancoran.

Terlihat sedikitnya ada 11 bus Transjakarta berjejer rapat memanjang di jalur khusus bus (busway) dari depan Halte Gerbang Pemuda ke arah Semanggi.

Salah satu penyebabnya adalah motor dan mobil yang ikut masuk ke dalam busway sehingga menghambat laju bus Transjakarta. Armada bus berwarna biru putih andalan pekerja ibu kota itu terkurung di sisi kanan jalan dan tak bisa bergerak.

Salah seorang petugas keamanan di sekitar lokasi menyebut penyumbatan arus lalu lintas memang selalu terjadi karena penyekatan jalur menggunakan separator beton. "Dari belakang kan enggak ada beton itu, pas di Halte sampai ke Semanggi ada, ketutup. Jadi pada nyerong, yang dari luar masuk, yang dari jalur minggir ke kiri, jadi nyangkut," ucapnya. Ratusan sepeda motor dan mobil pun tampak memadati jalanan sambil mencoba menyelip di antara kemacetan. Penyumbatan arus lalu lintas ini juga terlihat sangat jelas ketika menengok ke arah barat, di mana kepadatan kendaraan dari arah Slipi menyatu dengan arus kendaraan yang baru turun dari arah flyover Ladokgi.

Kemacetan ekstrem ini diakibatkan oleh menumpuknya para pekerja yang serempak pulang lebih awal untuk mengejar waktu berbuka puasa di rumahnya masing-masing. Kondisi ini pun dikeluhkan oleh banyak pengendara, salah satunya Arul (28), pekerja yang hendak pulang dari Tanah Abang menuju Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat ditemui Kompas.com di tengah kemacetan, ia sudah menempuh perjalanan di tengah macet selama satu jam sejak di Tanah Abang.

"Gatsu mah jangankan bulan puasa, hari biasa aja macet, pasti selalu macet. Apalagi bulan puasa kayak gini, ini saya udah mau sejam kayaknya baru nyampe sini," keluh Arul.

"Memang macet banget dari Tanah Abang juga, terus di Slipi juga macet banget, terus dari flyover sampai sini macet banget sampai nggak gerak kadang," ucapnya.

Arul mengungkapkan, jam kerjanya memang mengalami penyesuaian selama Ramadhan, yang membuatnya terjebak macet di jam sibuk. "Biasa kan saya masuknya jam 09.30 WIB. Nah ini jadi masuknya jadi lebih pagi, jam 08.30 WIB. Terus biasanya pulang jam 17.00 WIB, ini jadi pulang jam 16.00 WIB. Jadi ya barengan semua pulangnya," ungkap Arul. Meski begitu, ia rela menembus kemacetan demi bisa menikmati momen berbuka puasa hari pertama bersama keluarganya di rumah.

Padahal, biasanya ia sering menunda jam pulang kerja agar menghindari kemacetan.

"Biasanya pulang makan atau nongkrong dulu tapi karena kan biar bisa buka puasa di rumah, sekarang mah harus pulang, biar buka puasa di rumah gitu sama keluarga," tuturnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama