Sedekah untuk Wong Cilik, Prabowo Salurkan Becak Listrik Rp 22 Juta Tanpa Syarat

 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyalurkan bantuan becak listrik senilai Rp 22 juta per unit kepada tukang becak lansia di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. “Ini bukan program negara. Ini murni bantuan pribadi Bapak Presiden sebagai bentuk sedekah beliau untuk wong cilik, khususnya para tukang becak yang sudah lanjut usia,” kata Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, usai penyerahan bantuan di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (24/12/2025). Sebanyak 200 unit becak listrik diserahkan secara simbolis kepada para penerima. Bantuan tersebut merupakan dana pribadi Prabowo Subianto yang diberikan tanpa syarat apa pun dan menjadi hak milik penuh para tukang becak. Program ini disalurkan melalui Yayasan GSN yang sudah menjangkau lebih dari 100 kabupaten dan kota di Indonesia.

Nanik menjelaskan bahwa banyak tukang becak yang sudah berusia 60 hingga 70 tahun selama ini masih harus menyewa becak dan mengayuh secara manual. Dengan adanya teknologi listrik, beban kerja mereka menjadi lebih ringan dan potensi pendapatan bisa meningkat signifikan.

“Banyak dari mereka selama ini menyewa becak dan harus mengayuh di usia 60 hingga 70 tahun. Dengan becak listrik ini, mereka tidak perlu lagi mengayuh, dan di beberapa daerah pendapatannya meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat,” jelasnya.

Becak listrik ini dirancang agar mudah dalam pengisian daya, yakni bisa menggunakan listrik rumah tangga dengan daya 450 watt. Hingga tahun 2028, Presiden bersama Yayasan GSN menargetkan penyaluran puluhan ribu unit becak listrik di seluruh penjuru tanah air. Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Presiden kepada para pengayuh becak di wilayahnya. Ia berharap bantuan ini tidak diperjualbelikan oleh para penerima. “Bantuan becak listrik ini adalah bentuk perhatian nyata Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat kecil. Ini sangat membantu para tukang becak lansia karena meringankan beban kerja dan memberi harapan baru bagi kesejahteraan mereka,” ujar Yuli Hastuti

Suyatni tersenyum lebar setelah menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (22/12/2025). Pria berbaju merah itu tak dapat menyembunyikan senyum yang tergambar jelas di wajah tuanya. Bak mendapat rezeki nomplok, Suyatni menjadi satu dari sekian banyak penerima bantuan becak listrik dari pemerintah. Becak listrik tersebut diserahkan oleh Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang. Penyerahan becak listrik turut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Taufiq Muhammad beserta pejabat utama Dishub Solo. Suyatni menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan becak listrik tersebut.

"Saya sangat berterima kasih bahwasanya Bapak (Prabowo) telah membantu rakyat kecil terutama sopir becak," ucap Suyatni kepada Kompas.com saat ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin.

Bapak tiga anak itu telah menggeluti pekerjaan sebagai pengayuh becak sejak tahun 1987 atau selama 38 tahun. Ia biasa mangkal di kawasan wisata Pasar Gede, Solo.

Suyatni mengaku kerap kelelahan karena jarak tempuh serta usianya yang tidak lagi muda. Dengan adanya becak listrik, ia merasa sangat terbantu.

Ia juga telah diajari cara mengisi baterai becak listrik tersebut. Untuk pengisian penuh hanya membutuhkan waktu sekitar enam jam. Kecepatan becak listrik bisa mencapai 40 kilometer per jam. "Insya Allah tambah sehat karena pakai listrik. Saya sebenarnya suka genjot (ngayuh). Karena umur Pak Prabowo tidak mentolo (tidak tega)," ujar Suyatni.

Ia menyampaikan akan menjaga becak listrik bantuan Presiden Prabowo dengan baik. Pasalnya, menarik becak merupakan pekerjaan utama yang menjadi tumpuan hidupnya.

Suyatni biasa mangkal di Pasar Gede mulai pukul 07.30 WIB hingga sore hari. "Untuk pendapatan terus terang tidak menentu kalau sopir becak. Kita dapat ndak dapat (uang) harus keluar (menarik becak) karena diharapkan keluarga," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang mengatakan becak listrik tersebut merupakan bantuan dari kantong pribadi Presiden Prabowo Subianto.

"(Becak listrik) konsepnya diberikan bantuan pribadi Bapak Presiden Prabowo dan ini diberikan sejak lama sejak tahun 2024. Ini karena kepedulian beliau, sedih beliau melihat para pembecak yang ini rata-rata, mayoritas ternyata," kata Nanik. Menurut Nanik, jumlah pengayuh becak di Pulau Jawa mencapai sekitar 48.000 orang, dengan sekitar 70 persen di antaranya berusia di atas 55 hingga 60 tahun.

"Beliau sedih bagaimana yang usianya segitu harus menarik becak. Beliau kasih sumbangan pribadi dan sudah dilaksanakan sejak 2024," ujarnya. Nanik menambahkan, hingga akhir tahun 2025, total becak listrik yang telah disalurkan kepada pengayuh becak mencapai 6.000 unit.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama